Kalau Terlalu Nggak Enakan, Jangan Kaget Kalau Banyak Peluang Lewat
Kalau ada satu sifat yang paling sering saya temui saat ngobrol dengan calon pelanggan atau calon mitra, jawabannya bukan malas, bukan juga takut bekerja keras.
Yang sering muncul justru:
"Saya orangnya nggak enakan, Pak."
Nggak enak menolak.
Nggak enak / takut ganggu orang.
Nggak enak kalau dianggap sedang jualan.
Nggak enak kalau teman jadi menjauh.
Kalimat itu seperti terdengar biasa saja ya. Tapi kalau dibiarkan terus, dampaknya bisa panjang.
Ngak cuma ke bisnis. Tapi ke banyak keputusan dalam hidup.
Coba ingat-ingat.
Berapa kali Anda sebenarnya ingin melakukan sesuatu, tetapi akhirnya batal karena memikirkan pendapat orang lain?
Ingin menaikkan tarif jasa, tapi nggak enak.
Ingin menolak permintaan, tapi nggak enak.
Ingin mulai bisnis, tapi takut dibilang berubah.
Lama-lama, yang mengatur keputusan kita bukan lagi tujuan hidup, tetapi rasa sungkan.
Menurut saya, di situlah masalahnya.
Padahal bersikap baik dan menjadi orang yang nggak enakan itu dua hal yang berbeda.
Bersikap baik adalah pilihan.
Sedangkan terlalu sering nggak enakan membuat kita sulit mengambil keputusan yang sebenarnya penting untuk diri sendiri dan keluarga.
Saya juga pernah berpikir, menawarkan sesuatu ke teman / keluarga, itu bisa bikin hubungan jadi canggung.
Ternyata belum tentu.
Kalau niatnya membantu dan caranya benar, banyak orang justru senang mendapat informasi baru.
Toh setiap hari kita juga sering merekomendasikan dokter, bengkel, rumah makan, atau sekolah kepada orang lain.
Tidak ada yang merasa sedang dipaksa.
Kenapa?
Karena kita percaya informasi itu memang bermanfaat.
Bisnis juga bisa seperti itu.
Bukan soal menawarkan ke siapa saja, atau soal memaksa orang membeli.
Tetapi menyampaikan sesuatu kepada orang yang memang sedang membutuhkan.
Cara pandang itu yang pelan-pelan mengubah saya.
Saya stop berpikir, "Bagaimana supaya orang bergabung?"
Saya lebih sering bertanya, "Apakah saya benar-benar bisa membantu orang ini?"
Kalau jawabannya iya, saya akan berbagi.
Kalau ternyata tidak cocok, ya nggak apa-apa.
Hubungan tetap berjalan seperti biasa.
Justru dari situ saya belajar satu hal yang menarik.
Orang tidak menjauh karena kita punya bisnis. Orang biasanya menjauh kalau merasa dipaksa.
Dan itu dua hal yang sangat berbeda.
Hari ini saya masih percaya bahwa menjaga hubungan baik itu penting.
Tetapi saya juga belajar bahwa menjaga masa depan keluarga tidak kalah penting.
Kalau ada peluang yang menurut saya baik, dijalankan dengan etika, dan bisa memberi manfaat, kenapa harus disimpan sendiri?
Itulah salah satu alasan saya nyaman membangun income kedua bersama AFC Life Science.
Saya tidak harus berubah menjadi orang lain.
Saya tetap bisa berbagi informasi, membangun hubungan, dan berkembang bersama komunitas yang saling mendukung.
Mungkin Anda juga pernah merasa nggak enakan. Saya mengerti.
Tapi coba renungkan satu pertanyaan ini.
Kalau rasa nggak enakan terus memegang kendali, keputusan penting apa lagi yang akan Anda tunda lima tahun ke depan?
Ngobrol Yuk
Kalau Anda sedang mencari income kedua, tetapi masih banyak pertanyaan atau keraguan, kita bisa ngobrol santai.
Saya dan Angel senang berbagi pengalaman, bagaimana kami memulainya, apa saja yang kami pelajari, dan kenapa kami memilih membangun income kedua melalui AFC Life Science.
Tidak ada kewajiban untuk bergabung.
Yang penting, Anda punya informasi yang cukup sebelum mengambil keputusan.
Ivan & Angel
WhatsApp: 0815 6315 0888