Kenapa Orang yang Sudah Bekerja Justru Sering Takut Memulai Bisnis?
9/14/20262 min read
Pernah nggak Anda kepikiran punya bisnis sendiri, tapi begitu mau mulai malah banyak pertimbangan?
“Mulainya dari mana?”
“Saya nggak bisa jualan.”
“Nanti kalau nggak laku bagaimana?”
“Sudah enak kerja, kenapa harus ambil risiko?”
Saya rasa ini cukup sering terjadi pada orang yang sudah lama bekerja.
Menariknya, mungkin masalahnya bukan sekadar soal keberanian.
Coba lihat kebiasaan kita selama bekerja sebagai karyawan.
Ada job description yang jelas. Ada atasan. Ada target. Ada prosedur. Ada jadwal kerja. Kalau ada masalah, kita tahu harus bertanya kepada siapa.
Bahkan kalau kita sedang bingung harus mengerjakan apa, biasanya ada orang yang bisa memberi arahan.
Setelah belasan atau puluhan tahun menjalani pola seperti itu, tentu saja kita menjadi terbiasa.
Kemudian kita berpikir untuk memulai bisnis.
Nah, di sini situasinya berubah.
Tidak ada atasan yang menentukan apa yang harus dikerjakan hari ini. Tidak ada yang memberi tahu siapa yang harus dihubungi. Tidak ada yang mengecek apakah kita sudah melakukan follow up.
Kita sendiri yang harus menentukan.
Dan menurut saya, bagian inilah yang sering membuat orang yang sudah lama menjadi karyawan merasa tidak nyaman.
Bukan karena mereka tidak punya kemampuan.
Mereka sedang berhadapan dengan pola kerja yang berbeda.
Saya sendiri merasakan prosesnya.
Saya berusia 53 tahun. Setelah bertahun-tahun bekerja sebagai karyawan, saya menyadari bahwa pengalaman bekerja tidak otomatis membuat seseorang langsung siap menjalankan bisnis.
Di pekerjaan, kita biasanya menjalankan sistem yang sudah dibuat orang lain.
Di bisnis, kita perlu belajar memahami cara kerja, mengambil keputusan, membangun relasi, dan mengatur langkah sendiri.
Perbedaannya cukup besar.
Karena itu, ketika saya memutuskan untuk mencoba membangun penghasilan kedua, saya tidak berpikir harus langsung membuat semuanya dari nol.
Saya mulai dengan mempelajari model bisnis yang sudah berjalan, memahami cara kerjanya, dan melihat apakah model tersebut sesuai dengan waktu, kemampuan, serta kondisi saya.
Bukan karena saya sudah jago bisnis. Justru karena saya masih belajar.
Buat saya, memulai dari sesuatu yang sudah memiliki arah dan sistem yang bisa dipelajari terasa lebih realistis daripada harus menciptakan semuanya sendiri.
Saya bisa belajar sedikit demi sedikit. Memahami apa yang perlu dilakukan. Mencoba. Mengevaluasi. Lalu memperbaiki langkah berikutnya.
Tentu saja, setiap bisnis punya tantangan. Tidak ada model yang otomatis cocok untuk semua orang.
Itulah sebabnya saya lebih suka mengatakan: pelajari dulu sebelum memutuskan.
Lihat cara kerjanya. Pahami apa yang harus dilakukan. Cari tahu apakah sesuai dengan waktu, kemampuan, dan kondisi Anda.
Tidak perlu langsung berpikir harus menjadi pengusaha besar.
Bisa mulai dari belajar.
Karena mungkin yang kita perlukan setelah puluhan tahun menjadi karyawan bukan keberanian yang luar biasa.
Kita hanya perlu belajar bekerja dengan pola yang berbeda.
Saya sendiri masih dalam proses itu.
Tapi setidaknya sekarang saya sudah mulai membangun pilihan kedua.
Kalau Anda ingin tahu bisnis yang sedang saya jalankan dan bagaimana cara kerjanya, silakan hubungi saya.

